Macam-macam Model Pengembangan Kurikulum yang Dapat Dijadikan Referensi

Mengembangkan kurikulum secara berkelanjutan perlu dilakukan untuk menyempurnakan suatu kurikulum supaya lebih fleksibel dan sesuai perkembangan zaman. Namun, sayangnya pengembangan kurikulum bukanlah hal yang mudah dilakukan begitu saja. Ada banyak tahapan yang harus diperhatikan serta mengacu pada beberapa model pengembangan kurikulum

Apa Itu Model Pengembangan Kurikulum?

Secara umum, model pengembangan kurikulum merupakan suatu pola atau pedoman sebagai acuan untuk mengembangkan suatu kurikulum yang lebih baik. Bukan hanya kurikulum, tetapi semua kegiatan pasti mempunyai model pengaturan tertentu. Seperti halnya model pembelajaran, model kegiatan, dan lain sebagainya.

Apa Sajakah Model Pengembangan Kurikulum?

Model pengembangan kurikulum sendiri dibedakan menjadi dua, yakni pengembangan kurikulum deduktif dan kurikulum induktif, menurut Peter Oliva. Nah, pengembangan kurikulum deduktif berfokus pada hal-hal yang bersifat umum ke khusus, sedangkan pengembangan kurikulum induktif kebalikannya. yaitu berfokus pada hal-hal yang bersifat khusus ke umum.

Macam-Macam Model Pengembangan Kurikulum

Selain dibedakan ke dalam pengembangan deduktif dan induktif, model pengembangan kurikulum juga dibedakan ke dalam beberapa macamnya. Nah, berikut macam-macam model pengembangan kurikulum, di antaranya yaitu:

1). Model Tyler

Model pengembangan kurikulum menurut Tyler terdiri dari empat tahapan dan termasuk dalam model pengembangan deduktif. Nah, berikut tahapan-tahapan pengembangannya, yaitu:

2). Analisis Tujuan 

Pertama, pengembangan dimulai dengan menganalisis tujuannya terlebih dulu. Nah, analisis ini mengacu pada tiga kelompok data, yakni peserta didik, kehidupan peserta didik, dan beban mata pelajaran yang diampu.

3). Pengalaman Belajar Siswa 

Berikutnya, pengalaman siswa juga merupakan tahapan dalam pengembangan kurikulum karena berhubungan dengan interaksi antara siswa dan lingkungannya. Di tahap ini, pengembangan kurikulum harus mengacu pada tujuan yang akan diraih.

4). Organisasi Pengalaman Belajar 

Selanjutnya, pengalaman belajar dapat diorganisasikan ke dalam dua cara, yaitu horizontal dan vertikal. Tahap organisasi secara vertikal dilakukan dengan menghubungkan ilmu pengetahuan yang sama namun beda tingkatannya. Sedangkan pengorganisasian horizontal dilakukan dengan menghubungkan pengalaman belajar di tingkatan yang sama namun berbeda bidang.

5). Evaluasi 

Terakhir, tahap evaluasi yang meliputi penilaian dengan menitikberatkan pada tujuan pembelajaran di sekolah.

Model Taba

Model pengembangan kurikulum menurut Taba harus dikembangkan melalui lima tahapan dan termasuk jenis pengembangan induktif. Adapun tahapan-tahapan dalam pengembangannya, yaitu:

1). Eksperimen

Tahap pertama, para guru melakukan kajian mendalam untuk menganalisis hubungan antara teori dan praktik selama pembelajaran. Tujuannya supaya diperoleh data-data yang relevan dan selanjutnya digunakan untuk menguji teori.

2). Uji pada Unit Eksperimen

Berikutnya, tahapan ini bertujuan untuk menguji validitas data dengan cara guru melakukan eksperimennya kembali. Namun, uji eksperimen ini dilakukan di luar kelas.

3). Perbaikan dan Konsolidasi

Tahap selanjutnya adalah melakukan perbaikan dan konsolidasi guna mendapatkan kesimpulan. Namun, di tahap ini kesimpulan yang diperoleh masih bersifat umum karena belum tentu hasil eksperimen sesuai dengan sekolah ataupun instansi lainnya.

4). Mengembangkan Seluruh Kerangka Kurikulum

Tahap berikutnya, para pengembang kurikulum melakukan kajian guna memastikan adanya kesesuaian antara konsep dan kondisi yang diuji.

5). Penerapan Kurikulum

Setelah hasil eksperimen dinyatakan sesuai, barulah kurikulum dapat diterapkan secara bertahap. 

Model Rogers

Model pengembangan kurikulum menurut Rogers, dibedakan ke dalam beberapa tahapan. Adapun tahapan-tahapannya, meliputi:

1). Pemilihan Target

Tahap pertama yang perlu dilakukan adalah pemilihan target. Pemilihan target ini adalah sebagai bagian dari kelompok intensif yang akan dijadikan subjek penelitian.

2). Pengalaman Guru

Tahap kedua, guru juga harus ikut serta dalam membentuk pengalaman kelompok yang intensif bagi guru-guru yang lainnya.

3). Mengembangkan Kelompok Belajar Intensif

Tahap selanjutnya, selain mengikutsertakan para guru para peserta didik juga harus berperan dalam membentuk pengalaman belajar yang intensif.

4). Melibatkan Orang Tua

Tahap terakhir, yaitu melibatkan peran orang tua dalam membentuk pengalaman belajar intensif di rumah. Sebab, bagaimanapun orang tua berperan penting dalam proses tumbuh kembang anaknya.

5). Model Beauchamp

Model pengembangan kurikulum menurut Beauchamp sendiri terdiri dari lima tahapan. Nah, berikut adalah beberapa tahapannya, yaitu:

Tentukan Cakupan Wilayah Kurikulum

Tahap pertama, yaitu menentukan cakupan wilayah kurikulumnya. Umumnya, hal ini ditentukan dari pihak pembuat kebijakan tersebut. Adapun cakupan wilayah yang dimaksud, yakni meliputi sekolahan, kecamatan, kabupaten, provinsi, sampai ke negara tersebut.

Tentukan Pihak-Pihak di Dalamnya

Tahapan selanjutnya dilakukan dengan pemilihan pihak-pihak yang nantinya akan terlibat di dalam kegiatan pengembangan kurikulum. Pihak-pihak yang terkait, seperti ahli kurikulum di tingkat pusat, perguruan tinggi, praktisi pendidikan, hingga tokoh-tokoh tertentu.

Organisasi & Prosedur Pengembangan

Di tahapan ini dilakukan perumusan tujuan umum serta tujuan khususnya. Selain itu, dilakukan pula pemilihan isi pengalaman belajar, evaluasi, hingga penentuan desain kurikulum tersebut.

Implementasi & Penerapan Kurikulum

Terakhir, jika semua tahapan di atas telah dilalui, maka barulah kurikulum tersebut dapat diterapkan. Selanjutnya, melakukan evaluasi secara berkala untuk memantau perkembangan kurikulum tersebut.

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa pengembangan kurikulum tidak hanya mengacu pada satu model saja. Akan tetapi, terdapat banyak model yang bisa dijadikan sebagai acuan. Sebab, setiap model pengembangan kurikulum memiliki tahapan yang berbeda-beda, walaupun pada akhirnya hasilnya bisa jadi sama ataupun sedikit berbeda. 

Bagikan ke:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *