Tujuan Hingga Prinsip-Prinsip Struktur Kurikulum Merdeka yang Patut Guru Ketahui! 

Upaya pemerintah dalam memulihkan pembelajaran, yakni melalui penerapan kurikulum merdeka yang merupakan kurikulum pembelajaran terbaru di Indonesia. Kurikulum merdeka telah diterapkan tidak hanya di jenjang SMA, tetapi juga di jenjang PAUD, SD, dan SMP. Upaya ini dilatarbelakangi karena terjadinya Learning Loss saat masa pandemi Covid-19. 

Namun, pemerintah pusat belum mewajibkan seluruh sekolah di Indonesia untuk menerapkan kurikulum Merdeka. Akan tetapi, saat ini telah ada kurang lebih 140 ribu sekolah yang mendaftarkan dirinya untuk menerapkan kurikulum merdeka. Bagi sekolah yang merasa belum siap, tentunya masih diperbolehkan menggunakan kurikulum lama, yaitu kurikulum 2013 (K13).

Struktur kurikulum yang diusung Menteri Pendidikan Indonesia, Nadiem Makarim, memiliki beberapa keunggulan tersendiri. Menurutnya, keunggulan Kurikulum Merdeka yang pertama yakni kurikulum lebih sederhana dan mendalam. Selain itu, kurikulum ini berfokus pada materi yang esensial dengan pengembangan kompetensi peserta didik pada fase pembelajarannya. 

Kemudian, keunggulan struktur kurikulum merdeka yang kedua adalah tidak adanya program peminatan bagi jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Di sini, guru dan siswa mempunyai kemerdekaan dalam kegiatan belajar mengajarnya. Para siswa juga diberikan kebebasan dalam memilih mata pelajaran (mapel) sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing.

Selain itu, para guru juga dapat mengajar sesuai dengan tahapan capaian dan perkembangan para peserta didik. Di sisi lain, pihak sekolah juga memiliki kewenangan dalam mengembangkan dan mengelola kurikulumnya. Tak hanya itu, pembelajaran juga dapat disesuaikan dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik di dalamnya.

Keunggulan lainnya dari struktur kurikulum merdeka ini, yaitu lebih interaktif dan relevan. Di mana, pembelajaran bisa dilakukan melalui kegiatan proyek yang bisa memberi kesempatan lebih luas pada siswa untuk lebih aktif dalam mengeksplorasi isu-isu aktual di sekitarnya. Seperti halnya, isu lingkungan, kesehatan, dan lain sebagainya.

Bukan hanya itu saja, Nadiem Makarim juga mengatakan bahwa sekolah dapat memilih tiga opsi dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka. Opsi yang pertama, sekolah bisa menerapkan beberapa bagian serta prinsip-prinsip dari Kurikulum Merdeka tanpa perlu mengganti kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan di sekolah tersebut. 

Kemudian, opsi yang kedua yaitu sekolah bisa menerapkan Kurikulum Merdeka menggunakan perangkat ajar yang telah disediakan. Terakhir, opsi yang ketiga sekolah bisa menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar yang dibutuhkan di sekolah tersebut.

Psf Bupati Kubu

Tujuan Pemberlakuan Kurikulum Merdeka

Tentunya, pemberlakuan kurikulum merdeka bukan tanpa alasan. Lalu, apa target utama dari pembentukan struktur kurikulum ini? Berikut ini ada beberapa poin pencapaian yang menjadi tujuan dari pemerintah, yaitu:

  • Memberi kesempatan pada sekolah dan pemerintah daerah untuk memiliki otoritas dalam mengelola sendiri pendidikan yang sesuai dengan kondisi di daerahnya.
  • Mempersiapkan kualitas SDM yang unggul.
  • Mempersiapkan bangsa untuk menghadapi tantangan global di era revolusi industri.
  • Memperkuat pendidikan karakter bangsa.
  • Menciptakan kurikulum baru yang sejalan pada tuntutan pendidikan di abad 21.
  • Memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Karakteristik Utama Kurikulum Merdeka

Struktur kurikulum merdeka ini mempunyai fokus yang berbeda daripada silabus pembelajaran terdahulu. Maka dari itu, karakteristik utamanya pun tentu akan berbeda. Berikut ini beberapa ciri-ciri Kurikulum Merdeka diantaranya, yaitu:

  1. Fokus terhadap materi esensial sehingga pembelajaran menjadi lebih komprehensif.
  2. Alokasi waktu yang lebih banyak dalam pengembangan kompetensi dan karakter dengan cara belajar kelompok seputar konteks yang nyata dan aktual.
  3. Target pencapaian pembelajaran per fasenya dan jam pelajaran yang lebih fleksibel, tergantung pada peserta didiknya.
  4. Diberikannya fleksibilitas bagi tenaga pendidik beserta dukungan perangkat ajar dan materi pelatihan untuk mengembangkan kurikulum.
  5. Gotong-royong dengan seluruh pihak terkait guna mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di lingkungan sekolah.

Prinsip Pembelajaran Kurikulum Merdeka 

Selain memiliki tujuan dan karakteristik utama, Kurikulum Merdeka juga memiliki prinsip-prinsip dalam implementasinya. Adapun beberapa prinsip-prinsipnya, yaitu:

  1. Pembelajaran Intrakurikuler

Pembelajaran yang intrakurikuler merujuk pada kegiatan belajar yang menjadi bagian dari program akademik siswa. Pada kurikulum merdeka ini, pembelajaran intrakurikuler berlangsung secara terdiferensiasi sehingga peserta didik dapat mempunyai cukup waktu untuk mendalami konsep pembelajaran. 

  1. Pembelajaran Kokurikuler

Pembelajaran yang kokurikuler adalah kegiatan dalam pendidikan yang berlangsung secara beriringan dengan kurikulum resminya. Dalam pembelajaran kokurikuler pada silabus baru ini berlangsung dengan penguatan profil Pelajar Pancasila yang berprinsip interdisipliner yang berorientasi pada pengembangan karakter dan kompetensi umum peserta didik.

  1. Pembelajaran Ekstrakurikuler

Pembelajaran ekstrakurikuler, yaitu kegiatan yang berlangsung di luar kurikulum resmi pemerintah yang diterapkan di sekolah tersebut. Pada Kurikulum Merdeka ini kegiatan pembelajaran ekstrakurikuler akan berlangsung sesuai dengan minat murid dan sumber daya satuan pendidik instansi tersebut.

Kunci keberhasilan dari penerapan struktur kurikulum merdeka terletak pada kepala sekolah serta para guru yang berada di instansi atau sekolah tersebut. Seluruh tenaga pengajar harus memiliki sikap yang positif dan mau untuk bergerak dan berubah ke arah yang lebih baik. Jika semua pihak terkait tidak mau bekerja sama, maka tingkat keberhasilannya tidak optimal. 

Bagikan ke:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *