#justiceforaudrey, Peran Pendidik dalam Kasus Bullying  Tara dan Agus Sampurno


Bullying (perilaku mengancam, menindas dan membuat perasaan orang lain tidak nyaman) berlangsung dari masa ke masa di dalam dunia pendidikan. Kasus bullying bahkan belum lama ini terjadi kembali, dunia pendidikan di Indonesia dikejutkan kembali dengan kasus bullying Siswi SMP Dikeroyok 12 Siswa SMA di Pontianak. 

Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kalimantan Barat menyebut kasus ini diawali saling komentar di media sosial. Akibat dari bullying tersebut korban yang bernama Audrey (14), kepala korban dibenturkan ke aspal, perut korban juga ditendang berkali-kali. Korban juga dicekik dan disiram air secara bergantian. Wajah korban yang ditendang mengalami perdarahan dalam hidung. Kepalanya juga mengalami benjolan. Bahkan, pelaku berniat merusak keperawanan korban dengan cara melukai organ vitalnya.

Semua orang bisa menjadi korban atau malah menjadi pelaku bullying. Untuk mengatasinya diperlukan kebijakan yang bersifat menyeluruh di sekolah. Sebuah kebijakan yang melibatkan komponen dari guru sampai siswa, dari kepala sekolah sampai orang tua murid. Kebijakan hanya akan berlangsung baik apabila ada langkah yang nyata dari sekolah untuk menyadarkan seluruh komponen sekolah betapa bullying sangat mengganggu proses belajar mengajar. Untuk itu salah satu yang bisa dipilih adalah membuat sebuah program anti bullying disekolah.

Kegunaan dari program serta kegiatan anti bully di sekolah antara lain;

1. Menanamkan pengertian bahwa rasa aman adalah hak dan milik semua orang

2. Menyadarkan semua orang disekolah bahwa tindakan bullying dalam bentuk apapun tidak dapat diterima

3. Membekali siswa untuk membuat keputusan (ingat; kunci dari penyelesaian masalah bullying adalah pada pengungkapan kasus kepada orang yang lebih dewasa, berkompeten atau yang siswa kita percayai)

4. Membantu siswa membentuk lingkaran orang yang mereka percayai

Kegiatan yang bisa dilakukan selama program ini antara lain;

1. Brainstorming dan diskusi

2. Kegiatan menggunakan lembar kerja

3. Membaca buku cerita yang berhubungan dengan bullying

4. Membuat gambar , kolase, poster mengenai pencegahan bullying

5. Bermain drama

6. Berbagi cerita dengan orang tua di rumah

7. Menyanyikan lagu anti bullying dengan lyrik yang sudah dirubah dari lagu yang populer

8. Menulis puisi

9. Bermain teater boneka

Dari semua kegiatan serta pelaksanaan langkah diatas diharapkan sekolah menjadi tempat yang paling aman bagi anak serta guru untuk belajar dan mengajar. Tidak hanya pihak Sekolah yang berperan tetapi dari orang tua serta masyarakat umum juga berperan dalam hal Stop Bullying. Tidak ada seorang pun yang ingin  disakiti perasaan maupun badannya Serta tidak ada korban bullying lagi seperti Aundrey.

Reference 
https://doktersehat.com/viral-siswi-smp-dikeroyok/ #JusticeForAudrey

https://gurukreatif.wordpress.com/2007/11/21/membuat-program-anti-bullying-di-sekolah/

Berita Lainnya

KEGIATAN LOKAKARYA GURU KE-1 PROGRAM PE..

by: Anggaripeni Mustikasiwi

Sangatta, 2 Maret 2019 – PT Kaltim Prima Coal melalui Putera Sampoerna Foun..

BACA    
Pemerintah Musi Banyuasin bekerjasama de..

by: Admin

Pendidikan adalah akar perubahan menuju arah positif, dan memajukan pendidika..

BACA    
Kulminasi Tahun Pertama SMAN 1 Kintamani

by: Admin

Kintamani 7 Desember 2018, Lighthouse School Program (LSP) di SMA Negeri 1 Ki..

BACA    
Siswa Musi Banyuasin Go-Digital: Unjuk K..

by: Admin

Revolusi industri 4.0 ditandai dengan kemunculan superkomputer, robot pintar,..

BACA    

Berinteraksi dengan Kami

Punya Banyak Pertanyaan?